Jumat, 18 September 2020

Mayangda

Disaat hari berganti bulan
Bulan berganti tahun
Mengukir kembali ingatan
Perjalanan yang mengalun

Aku bermandat pada diri
1441 harus kudapati gading yang asmaradanta
Aku berkaca pada diri
1442 ternyata kudapati batu yang aram temaram

Kekecewaan yang mendalam
Kedurjanaan terhadap diri
Kejemawaan yang menyelam
Kugunakan batu untuk menyadarkan diri

Ach, Dia mengirim batu sebagai balasan
Bukan untuk menyiksa diriku
Tetapi sebagai bahan pondasi
Untuk membangun kembali mayangdaku

Gila di Abun-Abun

Hati berdiplomasi dengan pikiran
Menenangkan lamunan yang sesumbar
Namun cemas ini menggorok tenang

Ruwet sekali isi kepalaku saat ini
Diredam tak padam
Dibungkam makin kelam

Kutelentang dengan tatapan sayu
Menatapi jaring laba-laba di langit kamar
Meratapi hening abun-abun di langit malam

Menikmati pedih bersama memori
Menyulam cemas pada fatamorgana
Mencekik leher sendiri dengan nyanyiannya

Andai kau datang lebih awal darinya
Rasa sesal yang ada karena tak bisa bersamamu
Ikhlas ku coba untuk lalui itu semua

Jan20
-njyh